HOUSING

MICRO HOUSING

TEBET DALAM,
jakarta selatan

UNIT area

50 m2

SITE AREA/UNIT

100 M2

YEAR

2025 (in-progress)

architects

STUDIOKAS

principal architect

Kusuma Agustianto

interior designer

Kusuma Agustianto

project architect

Fitra Firmansyah

artist impression

koma visualization

Krisis perumahan, dan tuntutan perampingan/efisiensi, kepemilikan rumah menjadi semakin sulit dicapai. Pergerakan rumah mungil adalah respons langsung terhadap kekuatan ini, dengan perkembangan kota dan peran arsitek menciptakan hunian mikro yang dapat mengatasi masalah mendesak.

Perumahan tetap dianggap sebagai permintaan, yang tidak dapat dan tidak boleh tidak dipenuhi oleh pasar, sehingga harus didistribusikan sebagai bentuk pemikiran sebagai sumbangan publik.

Bagaimana perumahan bisa dikecualikan dari kategori ‘barang ekonomi’ sehingga harus diberikan sebagai semacam manfaat penjamin sosial yang baik? Perumahan sebagai ‘barang sosial’ bukanlah konsep universal. Ada bagian dunia di mana kepuasan permintaan akan perumahan dan perbaikan perumahan, merupakan bisnis swasta yang baik yang tidak kekurangan pelaku dan peminat yang bersemangat dan yang tampaknya menghasilkan sesuatu yang menjanjikan.

Kenyamanan bagi penghuni rumah mungil dapat dicapai antara lain dengan pencahayaan, penghawaan dan ruang gerak yang cukup untuk beraktivitas. Pencahayaan dan penghawaan yang baik dapat disesuaikan dengan ukuran dan fungsi ruang.Ruang gerak yang cukup dapat diwujudkan dengan menata perabot dan sirkulasi yang baik. Cahaya matahari dan udara alami yang masuk merata ke dalam rumah akan memberikan efek positif bagi penghuninya. Karena cahaya matahari akan memberikan kenyamanan secara fisik dan psikologis.